8 Masalah Yang Kamu Temui Di Pekerjaan Dan Membuatmu Ingin Berhenti

Oke, sekarang kamu sudah memasuki dunia kerja, mempunyai kegiatan rutin untuk bangun setiap weekdays karena harus ke kantor, menyelesaikan segala hal, nggak sabar nungguin weekendand so on.. Setelah beberapa waktu terlewat, kamu mulai berpikir, “apakah ini tandanya aku sudah bosan? Apakah ini saatnya untuk berhenti dan mencari pekerjaan baru yang lebih bikin excited?”

Wah, jangan berpikir seperti itu dulu! Kamu harus berhati-hati dengan segala keputusan yang kamu ambil soal karir-mu. Seperti sebuah hubungan, pekerjaanmu tentu saja melewati fase-fase tertentu. Mungkin saja pekerjaanmu lama kelamaan nggak seperti yang kamu bayangkan saat kamu memulainya dulu. Ketika kamu sudah mulai familiar dengan situasi kerjaanmu, mulai punya ritme sendiri, dan rutinitas mulai terbentuk, tidak heran kadang keraguan-keraguan mulai muncul; tentu ketika kamu tidak selalu bahagia dalam pekerjaan itu.

Tapi, sebaiknya kamu pikirkan dulu apakah alasan untuk meninggalkan pekerjaan itu masuk akal atau tidak. Di bawah ini ada 8 alasan yang SALAH untuk keluar dari pekerjaanmu, check it out!

1. Kamu bosan dengan kerjaan itu.

Source: tumblr
Source: tumblr

Tentu, kerja itu harusnya menyenangkan; bisa bikin kita semangat dan tertantang. Kamu juga harus bisa menikmati pekerjaan itu, namun jenuh kadang juga bisa melanda. Bertahanlah! Apalagi kalau keadaan bosan itu munculnya cuma kadang-kadang. Jangan berhenti sampai kamu sudah meng-explore dan berkembang lebih luas dalam pekerjaanmu itu. Bisa saja rasa bosan itu muncul karena kamu merasa kurang tertantang. Coba deh kamu cari kesempatan untuk kenaikan pangkat di kantor atau bisa juga minta pekerjaan yang sekiranya bisa bikin kamu lebih tertantang!

2. Kamu merasa pekerjaanmu terlalu banyak — dan berat!

Source: tumblr

Terkadang ada satu saat dimana kamu merasa pekerjaan itu terlalu banyak sampai kamu stress sendiri, bahkan udah nggak inget itu hari apa, tanggal berapa. Tapi, ketika kamu mulai merasa terlalu letih dan nggak bisa maksima dalam kerjaanmu yang banyak dan numpuk itu, coba untuk kamu komunikasikan. Kerja keras memang nilai plus yang pasti menghasilkan sesuatu yang baik, tetapi jangan sampai hal itu bikin kamu membuat keputusan-keputusan yang akan kamu sesali nantinya.

3. Pekerjaan temen kamu keliatan lebih seru dan menarik.

Source: tumblr
Source: tumblr

Well, the grass does seem a little greener on the other side — sometimes! Misal kamu sering liat temen kamu yang kerja di tempat lain sering jalan-jalan karena kerjaannya di bagian research, atau ada temen kamu yang kerja di industri fashion jadi gaulnya sama model-model yang cantik dan ganteng, dan ada juga yang kerjanya jadi penulis yang santai di rumah atau di cafe sembari nyelesaiin kerjaan, yes, cemburu ama pekerjaan temen itu wajar — tapi jangan sampai kamu jadikan itu semua sebagai alasan untuk meninggalkan kerjaanmu yang sekarang. Inget, kamu bisa menyukai pekerjaanmu. Kamu nggak pengen kan meninggalkan pekerjaan yang sebenarnya bisa bikin kamu berkembang juga cuma gara-gara cemburu ama kerjaan temenmu yang kamu anggap keren?

4. Ada drama sama temen kantor.

Source: tumblr
Source: tumblr

Sama kayak jaman sekolah, kamu pasti bakalan ketemu sama banyak tipe orang di tempat kerjamu. Dari yang nyebelin sampe yang baik banget kayak malaikat, semua ada! Karena faktanya, di setiap lingkungan itu pasti chance untuk ketemu dan kenal banyak orang sama saja. Jadi, kalau kamu ketemu sama orang yang nyebelin atau merupakan kompetitor mu yang kadang bikin suasana kerjamu jadi nggak nyaman, jangan jadiin alasan untuk keluar, ya! Jangan menyerah karena hal itu, kamu tau kan orang itu bisa ngalah dan jadi yang waras? Coba kamu aplikasikan hal itu dan hindari drama-drama yang cuma bikin kamu stress.

5. Nggak akur sama bos.

Source: tumblr

Namanya juga bos, biasanya suka semena-mena, kan? Kamu nggak harus selalu suka sama orang yang ‘mempekerjakan’ kamu kok. Dan memang sulit, karena orang ini adalah orang yang harus kita hormati, dengarkan, dan turuti. But, it doesn’t have to be that way! Seperti yang diajarkan sama orangtuamu, coba deh lihat positifnya, ambil positifnya. Bos-mu bisa menjadi bos karena dia mempunyai kualitas-kualitas yang pastinya bagus; nah coba deh kamu ambil dan tiru kualitas bagusnya itu dan kamu pelajari dan aplikasikan. Ketika kamu bisa melihat sisi baik dari sesuatu yang buruk, pasti keadaan akan menjadi lebih mudah dihadapi kok.

6. Gaji di tempat lain lebih tinggi.

Source: tumblr
Source: tumblr

Mungkin meninggalkan pekerjaan lamamu untuk pekerjaan yang gajinya lebih tinggi memang menggiurkan, tapi jangan lupa, kamu harus benar-benar pikirkan kalau pekerjaan yang baru itu memang lebih baik daripada yang kamu tinggalkan ini. Pekerjaan lama-mu mungkin memang bikin bosen, terlalu melelahkan, dan bos-mu juga menyebalkan, tapi jangan sampai kamu tergiur sama pekerjaan yang gajinya lebih tinggi namun nggak sesuai sama bidang yang kamu suka. It won’t be worth it, kid.

7. Ada tekanan dari keluarga dan teman-temanmu.

Source: tumblr
Source: tumblr

Keluarga dan teman-temanmu bisa mempunyai perasaan nggak sreg sama pekerjaanmu, kadang mereka bisa memberimu tekanan untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Tapi ingat, pekerjaanmu itu berhubungan dengan dirimu, bukan mereka. Jangan sampai kamu memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanmu yang sekarang karena kamu dijejelin pikiran-pikiran yang bikin kamu tertekan dari orang sekitarmu. If any, mereka seharusnya bisa mendukungmu dalam segala keputusan. Ambil saja saran-saran yang memang sekiranya positif dan membantu dirimu, nggak usah ambil pikir yang sekiranya malah bikin kamu jadi insecure sendiri gitu.

8. Hubunganmu sama pacar, gebetan, istri, etc.

Source: tumblr
Source: tumblr

Kerjamu terlalu gila sampe nggak punya waktu buat orang yang kamu cintai? Biasanya yang kayak gini bikin pasanganmu jadi protes terus soal banyak hal. Kamu nggak punya waktu ketemu, saat ketemu juga tidak kondusif, kamu jadi nggak bisa fokus sama si dia, dan masih banyak lagi. Harus kamu ingat hal ini adalah hal yang biasa dan manusiawi. Yang penting adalah kamu dan pasangan harus bisa mencari jalan tengah yang adil sehingga hubungan kalian bisa membaik. Jangan lupa, kamu sebagai orang yang kerjanya banyak harus tetap tau cara menyeimbangi antara kerja dan kehidupan pribadi-mu. Jika si dia susah diberi pengertian, kamu harus bisa paham juga, karena nggak mudah lho buat mengerti suatu keadaan yang mungkin nggak dia alami. Jadi, bersabarlah, dan coba untuk lebih balanced. Jangan sampai kamu memutuskan untuk meninggalkan pekerjaanmu cuma gara-gara diomelin terus sama dia, ya!

Di atas tadi adalah 8 alasan dari banyak alasan lainnya yang biasanya dipake untuk keputusanmu meninggalkan pekerjaan. Nah, pelajari lah dan coba untuk kamu pikirkan matang-matang ya sebelum membuat keputusan. Good luck!


Jangan lupa like fanpage Ehloo & follow akun sosial media lainnya di Twitter & Instagram @ehloocom.

Bagikan Pendapatmu