Untuk Kalian Yang Sepanjang Waktu Memikirkan Pekerjaan

Sejak kita kecil, yang kita tau soal menyelesaikan tugas dengan baik adalah dengan menyelesaikan tugas sebanyak mungkin. Hal yang asing bukan, ketika muncul pernyataan bahwa bekerja terlalu banyak malah sebenarnya nggak efektif. Ketika kita menghadapi ujian dan hasilnya kurang, yang dipertanyakan adalah berapa lama dan seberapa keras kita belajar, bukan seberapa dalam kita memahami materi yang diujikan. Kalo ada seseorang yang performanya kurang baik saat bekerja, pasti selalu dianggap pemalas atau tidak bisa mengimbangi pekerjaannya, tidak pernah merasa harus bekerja keras dan sering mengabaikan kewajibannya.

Pekerjaan yang kamu lakukan adalah pekerjaan yang menggambarkan dirimu. Kalau kamu ingin pekerjaanmu hasilnya baik, pertama-tama kamu harus membuat dirimu baik dulu. Nggak ada hal produktif dihasilkan ketika kamu terlalu letih, sakit atau stress sepanjang waktu — tapi memang hal tersebut merupakan hal yang terjadi di luar kontrolmu, namun ada satu hal yang bukan, yaitu untuk dirimu memutuskan kapan kamu berhenti bekerja sebelum kamu menjadi overworked, dan biasanya, dirimu sendiri yang menyebabkan tekanan tersebut.

Jadi, ini alasan kenapa menyelesaikan pekerjaan tepat pukul 5 sore (dan tidak menyentuh pekerjaanmu lagi setelah itu), menikmati akhir pekanmu sambil terbebas dari segala macam tekanan pekerjaan, adalah hal yang (berlawanan dengan persepsi biasanya) membuat kamu bekerja lebih pandai dan lebih baik. Bukan hanya kehidupan profesionalmu menjadi lebih baik dan lebih sehat, tetapi juga membuat hidupmu benar-benar menjadi hidupmu, dan pekerjaanmu bukanlah hal yang menggambarkan dirimu, namun hanya merupakan bagian dari dirimu.

1. Lebih banyak bekerja bukan berarti lebih baik.

Source: Tumblr

Biasanya, justru hal yang kamu lakukan tanpa usaha yang besar dan simpel yang bikin hasil kerjaan yang lebih baik. Butuh kombinasi ‘membiarkan bekerja sesuai alur’ dan melakukan perbaikan keesokan harinya ketika kamu dalam keadaan yang lebih segar.

2. Tekanan untuk bekerja lebih banyak biasanya muncul dari dirimu sendiri.

Source: Tumblr

Kamu biasanya berpikir bahwa bekerja lebih banyak merupakan hal yang diharapkan oleh atasanmu atau mungkin karena memang ‘seharusnya’ begitu. Tapi pada nyatanya, itu adalah dorongan dari dirimu sendiri (dan cuma kamu yang bisa merubah persepsi tersebut).

3. Orang yang bekerja secukupnya, bekerja lebih baik.

Bekerja

Banyak sekali penelitian (dari bidang psikologi sampai filosofi) membuktikan bahwa bekerja secukupnya justru lebih efektif. Seringnya kita menganggap bekerja lebih banyak karena kita sering merasa ‘gelisah’ karena takut dianggap ‘gagal’ dalam pekerjaan, atau karena kita mencoba menghindar dari suatu hal yang terjadi dalam kehidupan kita.

4. Kalau kamu terlalu memikirkannya, kamu malah bisa ngerusak pekerjaanmu.

Source: Tumblr

Yes, seperti hal lainnya di dunia ini, overthinking bisa membahayakanmu. Hal itu tidak membuat pekerjaanmu menjadi semakin baik, namun malah membuat semakin rumit atau mengalihkanmu dari inti pekerjaan itu sendiri.

5. Pekerjaanmu tidak lebih penting daripada dirimu!

Source: Tumblr

Keberadaanmu, kesadaranmu, dan dirimu harus menjadi lebih penting daripada pekerjaanmu, tanpa terkecuali. Tentu, terkadang ada saat dimana pesan-pesan penting yang nongol saat tengah malam perlu dibalas, dan sore harimu harus diisi dengan bekerja daripada beristirahat, tetapi dalam hal kebiasaan dan rutinitasmu, pekerjaan tidak boleh mengalahkan dirimu.

6. Kamu nggak boleh menunggu-nunggu saat dimana kamu nggak harus bekerja terlalu banyak — kamu harus belajar untuk memulai dari sekarang, dengan porsi kerjaan yang kamu miliki.

Source: Tumblr

Kebanyakan orang menjadi overworked karena berpikir, jika menyelesaikan lebih banyak pekerjaan sekarang, mereka bisa lebih rileks dan santai kedepannya. Duh, sayangnya, hal tersebut tidak benar. Kalau kamu kebiasaan sama ‘harus dilakuin sekarang’, akan sulit keluar dari kebiasaan itu nantinya. Kamu akan selalu mencari pekerjaan lebih untuk diselesaikan, atau mencari hal lain untuk dilakukan untuk mengalihkanmu dari kehidupan pribadimu.

7. Coba biasakan mengingat hal ini: “Pekerjaan tidak akan pernah berakhir, tetapi hidupku nantinya pasti berakhir.”

Source: Tumblr

Akan selalu ada lebih banyak pekerjaan. Akan selalu ada hal yang harus dilakukan. Kamu tidak akan meninggalkan kantor atau mematikan komputer dengan perasaan seperti kamu telah melakukan segalanya yang kamu mampu (kamu nggak mungkin bisa dalam sehari, lho!). Kamu harus bisa nyaman dengan hal ini, dan ingatkan dirimu bahwa pekerjaan itu tanpa batas, namun hidupmu tentu memiliki batas. Prioritaskan dengan sepantasnya.


Jangan lupa like fanpage Ehloo & follow sosial media lainnya di Twitter & Instagram @ehloocom.

Bagikan Pendapatmu