Awal Mula Mencuatnya Kembali Kasus Pelecehan Seksual di JIS

Kasus pelecahan seksual yang terjadi di JIS (Jakarta International School) kini kembali ramai diperbincangkan. Berawal dari serial kultwit akun Twitter @kurawa yang melakukan investigasi secara langsung mendatangi korban dan mengumpulkan bukti-bukti yang menguatkan bahwa kasus tersebut penuh kejanggalan dan rekayasa.

Berawal dari Investigasi @kurawa, kasus pelecehan seksual pedofil dan sodomi di JIS kini ramai diperbincangkan

Neil

Image : Neil/WallStreetJournal

Setelah serial kultwit itu diselesaikan beberapa hari lalu, tanggapan netizen umumnya mengecam perbuatan pelapor tersebut yang diduga bertujuan untuk mendapatkan uang sejumlah 125 juta dolar dari JIS. Lebih banyak yang terkejut dengan informasi yang dihadirkan oleh akun @kurawa tersebut.

@kurawa adalah sebuah akun Twiter yang memiliki nama Rudi Valinka, seorang forensik auditor menurut keterangan di bio akun Twitternya.

Selain membahas politik, @kurawa memang seringkali membahas mengenai kasus-kasus di luar politik yang penuh dengan kejanggalan yang kemudian ia sebut dengan #sinetwit. Setelah #sinetwit kasus JIS rampung, kumpulan dan rangkuman informasi tersebut kemudian disebarluaskan melalui chirpstory, dan juga diangkat di forum Kaskus yang kemudian cukup mendapat perhatian dari tokoh ternama maupun media yang mulai mengangkat kembali topik ini.

Beberapa pernyataan pihak terkait maupun tokoh lain dalam menanggapi kasus JIS

Pernyataan dari Wakil Ketua Serikat Pekerja JIS @IskandarRully

Salah satu stasiun televisi nasional kemudian juga mengangkat kembali kasus ini dalam sebuah programnya.

Soleh Solihun juga turut membaca perjalanan investigasi tersebut

Sepertinya wartawan Reuters juga tertarik untuk mengulas kembali kasus ini

Tracy Bantleman, istri Neil

Tika panggabean

Addie MS

Vidi Aldiano

Salah satu orang tua murid JIS

Saat ini gerakan menuntut pengungkapan Kasus JIS juga sudah bergulir melalui sebuah petisi di situs change.org yang sudah ditandatangani lebih dari 31.000 netizen.

Bagikan Pendapatmu