Hubungan Kita ini Sudah Indah, Tetaplah Jaga hingga Kita Menikah

Hei kamu, sang kekasih hati. Sudah mantapkah menikah denganku? Mungkin pertanyaan ini terlalu cepat untuk kita diskusikan saat ini, tapi percayalah aku hanya ingin mengutarakan beberapa hal tentang kita. Kita yang sudah menjalin asmara untuk waktu yang tak terbilang singkat. Selama ini keadaan baik-baik saja. Tapi tentu saja aku tidak akan terperangkap dalam zona nyaman kita saat ini. Pastinya kita berpikir untuk melangkah ke depan dengan kehidupan yang lebih baik dan bahagia bukan? Jadi tak perlu canggung saat kita berdiskusi tentang pernikahan. Saat pertama aku memutuskan untuk berhubungan lebih dekat denganmu, tentu aku pun memikirkan perjalanan kita tak hanya untuk kesenangan masa muda dan hura-hura semata. Lebih dari itu, dan aku merasa kamu menjadi penting dalam hidupku.

Hubungan sederhana ini semakin dewasa seiring usia kita yang tak lagi muda

Hubungan kita sudah serius

Selain perasaan dan keadaan yang berubah seiring waktu yang berjalan, hubungan sederhana ini pun semakin dewasa. Kita telah dewasa bersama dengan segala masalah dan rintangan yang sampai saat ini berhasil dilalui. Tak banyak yang tahu bagaimana kita jatuh bangun mempertahankan proses ini agar tetap berjalan. Semua itu membuatku semakin erat mendekapmu. Tentunya tak bijak jika hubungan ini disia-siakan dikemudian hari dan menguburnya atas nama kenangan. Kita pun tak lagi muda untuk bermain-main mencari yang lain. Kesenangan kita telah sampai pada tahap titik temu. Dan aku pun tak ingin mencari yang lain, hanya ingin lebih memantapkanmu.

Silahkan mengejar impianmu, yang terpenting kita tetap nyaman satu sama lain

Mengejar impian
source : lifehack.org

Setiap orang punya impian. Ambisi yang besar terhadap pencapaian hidup yang akan membuatnya puas. Kamu pun begitu, aku pun begitu. Kita beda dalam kesenangan dan mimpi yang berlainan. Tapi tentunya kita bisa saling mendukung dan tetap nyaman satu sama lain. Aku tak akan mengganggu mimpimu, justru aku akan membantumu. Hubungan ini bukan beban yang harus dikeluhkan setiap saat ketika kamu merasa hambar dengan mimpimu.

Mari saling menuntut dan memantaskan diri untuk hubungan yang lebih baik dan sehat

Saling memantaskan untuk membahagiakan
Source : lifehack.org

Maaf jika aku banyak menuntutmu selama ini. Bukan karena aku mencari kesempurnaan dari pasangan hidup yang aku idam-idamkan. Sekali lagi kita harus sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Hal-hal yang tak aku senangi dan dirimu yang harus berubah adalah caraku untuk memantaskan diriku juga. Silahkan saling menuntut, tapi juga mari saling memantaskan diri. Aku akan terus terpacu untuk jadi pribadi yang lebih baik, bukan hanya di depanmu tapi di depan semuanya, termasuk di hadapan Tuhan. Jika aku tampil kurang rapi, tuntutlah aku untuk selalu tampil rapi. Aku tak marah karena aku tahu kamu adalah orang yang rapi. Tapi jangan marah jika aku menuntutmu rajin beribadah, karena aku adalah orang yang taat beribadah. Tak perlu menganggap hal ini sebagai sebuah tindakan otoriter. Kita tentu bisa memilah mana yang baik dan mana yang sudah menjadi karakter masing-masing. Karena berjalan maju dan jadi lebih baik adalah tujuan hidup setiap orang. Ya kan?

Jika mantap menikah denganku, esok kita masih punya misi yang lebih berat

Kita Punya misi

Sejauh ini kita sudah bisa melewati semua hal bersama. Tapi di depan sana tentu perjalanan hidup tak selalu sama. Bahkan bisa lebih berat dari apa yang pernah kita jalani. Untuk itulah aku butuh kamu. Akan ada misi besar yang kita pangku di masa depan. Membuat hidup ini lebih indah dan bermakna. Dari sekarang mari kita persiapkan semuanya, karena menikah tidaklah sama dengan pacaran. Kita bertanggung jawab  terhadap diri kita sendiri, bagi anak-anak kita kelak, dan bagi Tuhan yang telah membuat kita bersama. Pertanyaan awalku adalah persiapan kita melangkah menempuh misi yang besar di depan sana. Jadi, setelah aku menceritakan ini semua, sudah mantapkah menikah denganku?

Bagikan Pendapatmu