Wahai Mantanku, Aku Pamit Move On

Good Bye Mantan!

Kebersamaan kita yang dulu kini tinggal cerita. Cerita lama yang kadang masih membangkitkan luka. Tapi kini aku sudah siap menganggap semuanya adalah sebuah pelajaran dari hidup yang kita berdua jalani. Aku sudah siap untuk tidak selalu menyalahkanmu. Aku sudah siap untuk menjadikan kenangan kita sebagai jembatan untuk masa depan yang lebih baik.

Aku tahu kamu sudah beberapa kali berganti pasangan. Ya, karena kuakui sampai beberapa waktu terakhir aku masih ingin mengetahui keberadaanmu, apa yang kamu lakukan, dan dengan siapa kamu disana.

Kamu juga beberapa kali menghubungiku sekedar mengingatkan apa yang telah kita lewati bersama. Kamu pasti tahu, aku tidak bisa menyembunyikan rasa gembiraku. Tapi bagaimanapun, apa yang sudah kita putuskan dahulu harus dipertanggung jawabkan saat ini.

Wahai mantan, aku pamit move on ya

 Sekarang, sudah kuhentikan kebiasaan mencari tahu kamu

Kuhentikan Kebiasaan Mencari Tahu

Via areaofentrepreneurs.com

Aku sudah tidak lagi membuka Twittermu, Facebook, atau Instagram yang hanya akan mengingatkan beberapa potongan kenangan kita. Itu juga semakin memberatkanku untuk sekedar menyingkirkan bayanganmu di setiap hariku.

Sebenarnya aku tidak terlalu mengerti. Kenapa masih saja aku mencari informasi tentangmu sementara keputusan untuk berpisah sudah kita ambil. Hingga akhirnya aku tersadar bahwa satu-satunya jalan untuk membuka kehidupan baru adalah menutup pintu yang lama. 

Maaf harus kusingkirkan dulu semua barang dan kenangan yang mengingatkan

Teddy Bear Kado Pemberian Mantan

Via wonderopolis.org

Oiya, bukan berarti aku tidak menghargai setiap pemberianmu dulu. Sebuah boneka lucu yang selalu menemani tidurku. Sebuah buku catatan kecil yang berisi penuh tentang mimpi-mimpi dan rencana kita berdua, dan beberapa benda lain yang masih tertata rapi di kamarku.

Tapi aku harus minta maaf, karena aku tidak bisa setengah-setengah melakukan semua ini. Aku menghargai barang-barang itu beserta semua kenangan yang tersimpan didalamnya. Tapi aku hanya harus terus maju memikirkan masa depan, bukan selalu menoleh ke belakang. Dimana ada kamu disana.

Aku juga sudah mulai membuka pertemenan dengan banyak orang. Seperti katamu, memang ada yang modus. Tapi syukurlah kebanyakan mereka membawa perubahan positif buatku.

Aku Sudah Membuka Pertemanan baru

Via lethow.com

Dulu aku sangat membatasi pertemenanku dengan orang lain terutama lawan jenis karena menghargaimu. Aku memang sering protes itu sebagai tanda ketidakpercayaanmu. Tapi sekarang toh semua itu bisa aku dapatkan kembali. Aku mulai berteman dengan banyak orang. Aku juga membuka diri ketika teman-temanku mengajak dalam sebuah acara.

Teman-teman baruku banyak memberiku pelajaran. Bahwa memperluas relasi sangat membantuku fokus terhadap apa yang bisa aku lakukan. Bukan merenungi dan menyesali apa yang tidak bisa aku lakukan saat bersamamu.

Apa kamu tahu? aku mulai rajin berkelana dan menulis lagi belakangan ini

Aku Senang Berjalan-Jalan dan berkarya

Via hauteliving.com

Jika kau sempat melihat instagramku, mungkin kau akan tau kini aku sering menghabiskan waktu untuk menjelajahi tempat-tempat baru, mengambil foto, dan menuliskan makna setiap perjalananku di blog. Patah hati justru mengajarkan aku banyak rasa yang bisa kutuangkan. Setidaknya kita tidak pernah sia-sia.

Sekarang aku bekerja. Meskipun hanya part time, tapi kreativitasku kembali terasah disini

Aku Sudah Bekerja Part TIme

Di sela-sela waktu luang, aku menerima beberapa job freelance yang dulu sempat kuhindari demi lebih menghabiskan banyak waktu bersamamu. Kreativitasku mulai kembali. Aku benar-benar merasa hidup saat ini. Tak munafik bahwa kesedihan yang paling menyedihkan adalah ketika aku bahagia dan tidak ada orang yang kubagi kebahagiaanku. Tapi untunglah, masih ada teman yang bisa kubagikan betapa bersemangatnya aku menjalani kehidupan saat ini.

Aku semakin merasa beruntung pernah jatuh terpuruk berada dalam titik rendah. Aku merasa beruntung pernah menangisimu sepanjang malam. Pernah tak tidur semalaman hanya karena mempertanyakan mengapa hubungan kita yang indah bisa berakhir, dan pertanyaan tentang ketidakadilan yang harus kuhadapi.

Aku beruntung, karena setelah itu aku mampu melihat dunia dengan lebih jernih lagi.

Ada sih beberapa yang mendekat mencoba mengganti posisimu, tapi aku tak ingin buru-buru

Aku Tak Ingin Buru Buru

Via omgstory.net

Seiring perjalananku yang sendiri ini, sudah ada beberapa orang yang mencoba menggantikan posisimu. Tapi aku benar-benar tak ingin terburu menggantikanmu. Tenang, itu semua bukan karena aku masih berharap untuk bisa bersamamu. Tapi karena aku tidak ingin kebersamaanku dengan orang yang baru akan ternodai oleh masa lalu.

Aku akan menyambut cinta yang lain saat sudah siap, bukan hanya karena aku ingin ditemani. Aku memutuskan untuk menjadi wanita dewasa yang tak hanya berusaha memuaskan keinginannya, tapi juga memprioritaskan kebutuhannya. Kebutuhanku saat ini, adalah melepas dan mengikhlaskan masa laluku bersamamu, dan segera terbang menggapi mimpi-mimpiku.

Mei nanti aku wisuda, semoga kau pun cepat segera

Aku Wisuda Sebentar Lagi

Dulu kita pernah bermimpi untuk wisuda bersama, mencari kerja dan membangun usaha. Maaf aku mendahuluimu. Tapi kudoakan semoga kau juga cepat kembali fokus dengan apa yang seharusnya kamu lakukan.

Mantan, Aku Pamit Move On

Via hammihan.com

Aku pamit untuk menggapi mimpiku yang dulu sempat kuceritakan. Aku pamit untuk kehidupan yang kuyakini akan lebih indah. Sudah tak ada kesalahanmu yang ingin aku besar-besarkan dan kutuntut maafmu. Aku menerima semua yang terjadi, dan aku berdamai dengan keadaan ini.

Aku pamit dan berharap kau tak perlu lagi mendatangiku melalui mention di Twitter, tag di Facebook atau Instagram, atau mungkin sekedar menyapa lewat pesan singkat dan panggilan. Terima kasih jika itu semua kamu lakukan karena merasa perlu tau bahwa aku baik-baik saja. Tetapi, aku sudah memilih jalanku sendiri dan kumohon kamu hargai. Itu akan sangat memudahkanku menjalani kehidupanku yang baru.

Bagikan Pendapatmu

Written by Ratna Anggana

Pecinta Jepang yang pengen berlama lama di Paris. :)